AICPoll

Analisis Berita, Pendidikan, dan Perkembangan Karier

Perbedaan Gaji Gross dan Net di Indonesia 2026
Karier

Perbedaan Gaji Gross dan Net di Indonesia 2026

Pernahkah Anda menerima tawaran gaji dan bingung apakah angka tersebut sudah bersih atau masih kotor? Banyak karyawan di Indonesia mengalami hal serupa saat negosiasi kerja. Memahami perbedaan gaji gross dan net sangat krusial karena langsung memengaruhi take home pay bulanan Anda.

Gaji gross merupakan total penghasilan sebelum potongan pajak, BPJS, dan iuran lain. Sementara gaji net adalah jumlah yang benar-benar masuk rekening setelah semua pengurangan. Di tahun 2026, peraturan pajak seperti insentif PPh 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk gaji hingga Rp10 juta di sektor tertentu membuat perhitungan semakin relevan.

Artikel ini membahas definisi, komponen, cara hitung, hingga dampaknya bagi karyawan dan perusahaan. Anda akan mendapatkan panduan lengkap untuk membaca slip gaji dengan percaya diri dan membuat keputusan finansial yang tepat.

Pengertian Gaji Gross dan Komponennya

Gaji gross, atau gaji kotor, mencakup seluruh pendapatan sebelum pemotongan apa pun. Perusahaan biasanya menyebutkan angka ini dalam kontrak kerja sebagai dasar negosiasi.

Komponen utama gaji gross meliputi:

  • Gaji pokok bulanan
  • Tunjangan tetap seperti transportasi atau makan
  • Bonus tahunan yang diprorata
  • THR yang dihitung sebagian

Angka gross sering terlihat lebih besar dan menarik saat interview. Namun, realitasnya berbeda setelah potongan. Di Indonesia, gaji gross menjadi basis perhitungan iuran wajib seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Perusahaan menggunakan metode ini karena memudahkan administrasi payroll. Anda bisa melihat transparansi komponen gross di slip gaji resmi.

Pengertian Gaji Net dan Cara Penerapannya

Gaji net, atau gaji bersih, adalah jumlah yang Anda terima langsung. Semua potongan sudah dikurangi sehingga tidak ada kejutan saat transfer.

Perusahaan jarang menawarkan gaji net murni. Biasanya, mereka menerapkan metode gross atau gross-up. Gaji net memberikan kepastian finansial karena Anda tahu persis berapa yang masuk rekening setiap bulan.

Karyawan dengan tanggungan keluarga sering memilih metode ini. Perusahaan menanggung sebagian pajak agar karyawan mendapatkan penghasilan bersih sesuai harapan.

Perbedaan Utama Gaji Gross dan Net

Perbedaan inti terletak pada penanggung potongan. Pada gaji gross, karyawan menanggung pajak dan iuran sendiri. Hasilnya, take home pay lebih kecil dari angka yang dijanjikan.

Sebaliknya, gaji net menempatkan beban potongan pada perusahaan atau pemerintah melalui insentif. Anda menerima jumlah penuh tanpa pengurangan tambahan.

Dampak lain muncul pada perhitungan tahunan. Gaji gross sering membuat pajak tahunan lebih tinggi jika tidak direncanakan dengan baik. Sementara net memberikan kestabilan cash flow bulanan.

Perbedaan ini juga memengaruhi daya saing perusahaan. Banyak startup menawarkan gross tinggi, sementara korporasi besar menggunakan net untuk retensi karyawan.

Metode Gross-Up: Alternatif Populer

Metode gross-up menjadi solusi tengah. Perusahaan menambah gaji gross agar setelah potongan, karyawan tetap menerima net yang dijanjikan.

Contohnya, jika Anda minta Rp10 juta net, perusahaan hitung pajak terlebih dahulu lalu tambahkan ke gross. Hasilnya, gross bisa mencapai Rp12-13 juta tergantung status PTKP.

Kelebihan metode ini: karyawan puas dengan take home pay, perusahaan tetap patuh regulasi. Banyak perusahaan multinasional menerapkan gross-up untuk ekspatriat.

Namun, biaya perusahaan lebih tinggi karena mereka menanggung pajak ekstra.

Potongan Wajib yang Mengubah Gross Menjadi Net

Beberapa potongan wajib mengurangi gaji gross Anda setiap bulan.

PPh Pasal 21

Pajak penghasilan karyawan ini progresif berdasarkan lapisan penghasilan tahunan. Di 2026, tarif efektif bulanan (TER) masih berlaku untuk simplifikasi.

Lapisan dasar:

  • Hingga Rp60 juta per tahun: 5%
  • Rp60-250 juta: 15%
  • Rp250-500 juta: 25%
  • Di atas Rp500 juta: 30%
  • Lebih dari Rp5 miliar: 35%

Insentif DTP membebaskan PPh 21 untuk gaji hingga Rp10 juta di sektor prioritas sepanjang 2026.

BPJS Kesehatan

Iuran total 5% dari gaji, dengan karyawan bayar 1% dan perusahaan 4%. Batas upah Rp12 juta.

BPJS Ketenagakerjaan

  • Jaminan Hari Tua (JHT): 2% karyawan
  • Jaminan Pensiun (JP): 1% karyawan
  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Kematian (JKM): ditanggung perusahaan penuh

Potongan ini wajib dan memberikan perlindungan jangka panjang.

Potongan Lain

Termasuk iuran serikat pekerja, cicilan pinjaman perusahaan, atau denda absensi sesuai aturan.

Cara Menghitung Gaji Gross ke Net

Perhitungan dimulai dari gross, kurangi potongan wajib, lalu hitung pajak.

Langkah-langkah umum:

  1. Tentukan gaji gross bulanan
  2. Hitung potongan BPJS
  3. Kurangi biaya jabatan 5% (maksimal Rp500.000/bulan)
  4. Hitung PKP tahunan dengan PTKP
  5. Terapkan tarif PPh 21
  6. Bagi pajak tahunan menjadi bulanan

Contoh Perhitungan 1: Gaji Rp8 Juta (Single)

  • Gross: Rp8.000.000
  • BPJS Kesehatan (1%): Rp80.000
  • JHT (2%): Rp160.000
  • JP (1%): Rp80.000
  • Total potongan BPJS: Rp320.000
  • Penghasilan bruto setelah potongan: Rp7.680.000
  • Biaya jabatan: Rp384.000
  • Net bulanan untuk pajak: Rp7.296.000
  • Tahunan: Rp87.552.000
  • PTKP TK/0: Rp54.000.000
  • PKP: Rp33.552.000 → Pajak 5% = Rp1.677.600/tahun atau Rp139.800/bulan
  • Gaji net: Rp8.000.000 – Rp320.000 – Rp139.800 ≈ Rp7.540.200

Contoh Perhitungan 2: Gaji Rp15 Juta (Menikah + 1 Anak)

  • Gross: Rp15.000.000
  • Potongan BPJS serupa (hitung proporsional)
  • PTKP K/1: Rp63.000.000
  • PKP lebih tinggi, masuk lapisan 15%
  • Gaji net sekitar Rp12.500.000 setelah semua potongan

Gunakan kalkulator online resmi DJP untuk akurasi.

Update Peraturan Pajak dan BPJS 2026

Tahun 2026 membawa insentif PPh 21 DTP untuk sektor dengan penyerapan tenaga kerja tinggi. Karyawan bergaji hingga Rp10 juta dibebaskan pajak penghasilan.

BPJS Kesehatan tetap 5%, dengan batas upah Rp12 juta. BPJS Ketenagakerjaan menyesuaikan batas JP sekitar Rp9,5 juta.

Perubahan ini meningkatkan take home pay hingga 5-10% bagi karyawan menengah bawah.

Kelebihan dan Kekurangan bagi Karyawan

Kelebihan gaji gross:

  • Angka tawaran lebih tinggi
  • Potensi pajak lebih rendah jika ada pengurangan pribadi

Kekurangan:

  • Take home pay lebih kecil
  • Perencanaan keuangan sulit

Kelebihan gaji net:

  • Kepastian jumlah diterima
  • Beban pajak ditanggung perusahaan

Kekurangan:

  • Gross terlihat lebih rendah saat bandingkan tawaran

Kelebihan dan Kekurangan bagi Perusahaan

Perusahaan lebih suka gross karena biaya tetap. Namun, net atau gross-up meningkatkan daya tarik rekrutmen.

Gross-up menambah beban sekitar 10-20%, tapi meningkatkan loyalitas karyawan.

Tips Negosiasi dan Membaca Slip Gaji

Selalu tanyakan metode penggajian saat interview. Hitung estimasi net menggunakan kalkulator DJP.

Periksa slip gaji: pastikan potongan sesuai regulasi. Laporkan ketidaksesuaian ke HR.

Rencanakan pajak tahunan jika menggunakan gross untuk hindari tagihan besar.

Kesimpulan

Memahami perbedaan gaji gross dan net membantu Anda mengelola keuangan dengan lebih baik. Di 2026, insentif pajak memberikan peluang take home pay lebih tinggi.

Pilih metode yang sesuai profil Anda: gross untuk fleksibilitas, net untuk kepastian. Diskusikan terbuka dengan perusahaan untuk kesepakatan terbaik.

Dengan pengetahuan ini, Anda siap negosiasi gaji berikutnya dan maksimalkan penghasilan.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *